Sunday, 5 January 2014

Jenius Musik yang Tuli


Jenius Musik yang Tuli


Ludwig van Beethoven
Ludwig van Beethoven adalah seorang komponis musik klasik dari Jerman. Karyanya yang terkenal adalah simfoni ke-lima dan ke-sembilan, dan juga lagu piano Für Elise. Namun di puncak karirnya daya pendengarannya mulai berkurang akibat penyakit otoslerosis. Beethoven menjadi depresi dan dia menjadi semakin minder dalam pergaulan sosial. Salah satu alasan lain depresinya Beethoven adalah karena ia tak berhasil mendapatkan ‘teman hidup’. Banyak wanita bangsawan yang sering dicintainya namun umumnya cintanya bertepuk sebelah tangan.



Namun,  saat mengalami tuli, komponis musik, Beethoven merombak kaki pianonya dan menulis musik lewat getaran piano. Pada tahun 1802, Beethoven keluar dari kemuramannya. Dia melanjutkan membuat komposisi. Pada tahun 1803 dia mementaskan Piano Concerto in Eb Major, Op. 37 dan tampil sebagai solois. Pada tahun yang sama Beethoven juga memainkan Violin Sonata Op. 47 miliknya dengan violinis virtuoso George Polgreen Bridgetower (1799-1860). Tahun-tahun berlalu dan Beethoven memperlihatkan sikap yang mau berjuang dari masa depresinya dan tak mau kalah oleh penyakit.  Pada tanggal 29 November 1814, Beethoven mementaskan Fidelio yang sukses besar. Sebagian besar anggota kongres Wina ikut menonton opera ini. Di luar kesuksesan tersebut, pendengaran Beethoven semakin lama bertambah parah. Pada tahun 1826, Beethoven menderita demam tinggi yang ternyata disebabkan oleh sakit ginjal. Penyakitnya tak tertolong dan dia meninggal pada 26 Maret 1827.



Sekian dari postingan kali ini, semoga kita dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup seorang komponis musik yang sangat terkenal yang ternyata mengalami ketulian namun dapat berhasil dalam hidupnya. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment

 

visitor

Blogroll

About